HARIAN UMMAT ■ Menjelang bulan puasa, fenomena di swalayan biasanya mengalami beberapa pola yang berulang setiap tahun, di antaranya:
1. Lonjakan Pembelian Kebutuhan Pokok
Konsumen mulai berbelanja dalam jumlah besar untuk persiapan sahur dan berbuka puasa. Produk seperti beras, minyak goreng, gula, sirup, tepung, dan mie instan mengalami peningkatan permintaan yang signifikan.
2. Peningkatan Harga Barang Tertentu
Karena permintaan meningkat, harga beberapa barang pokok cenderung naik. Ini terutama terjadi pada komoditas seperti daging sapi, ayam, telur, dan bumbu dapur.
3. Promo dan Diskon Besar-besaran
Swalayan dan minimarket biasanya menawarkan berbagai promo menarik, seperti beli satu gratis satu, potongan harga, atau paket bundling produk Ramadhan. Hal ini untuk menarik lebih banyak pelanggan.
4. Keramaian dan Antrian Panjang
Masyarakat berbondong-bondong berbelanja sebelum Ramadhan atau mendekati hari pertama puasa, menyebabkan swalayan lebih ramai dari biasanya, terutama pada akhir pekan.
Produk khas Ramadhan seperti kurma, sirup, dan camilan khas Lebaran mulai mendominasi rak-rak swalayan. Selain itu, perlengkapan ibadah seperti sarung, mukena, dan sajadah juga mulai dijual dalam jumlah lebih banyak.
Beberapa swalayan mungkin menyesuaikan jam operasionalnya untuk mengakomodasi kebiasaan belanja masyarakat yang berubah selama Ramadhan, seperti buka lebih awal atau tutup lebih larut.
Fenomena ini biasanya berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, ketika masyarakat mulai beralih dari belanja kebutuhan pokok ke belanja pakaian, kue kering, dan oleh-oleh untuk Lebaran. (Kennedy Van Cherb)